I-1. Mengenal Potensi Diri

Penulis: Dr. Wido Supraha, M.Si.
Tanggal Penyuntingan: 22 Juli 2019

Bismillāhirrahmānirrahīm,

Teman-teman yang shālih dan shālihah,

Yuk bersyukur kepada Allāh ﷻ karena Dia telah menciptakan kita sebagai manusia. Manusia itu makhluk yang sempurna dan dimuliakan Allāh ﷻ. Allāh ﷻ berfirman dalam Surat At-Tīn [95] ayat 4:

لَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖ

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.

Coba teman-teman lihat diri masing-masing, dan juga teman-temannya. Coba perhatikan dari atas sampai ke bawah, dari ujung rambut kepala sampai jari-jari kaki. Masya Allah ya, begitu sempurna dan indah. Yuk bersyukur kepada Allah, agar nikmat yang luar biasa ini ditambahkan oleh Allāh ﷻ, sebagaimana Allāh ﷻ berfirman dalam surat Ibrāhim [14] ayat 7:

وَإِذۡ تَأَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَئِن شَكَرۡتُمۡ لَأَزِيدَنَّكُمۡۖ وَلَئِن كَفَرۡتُمۡ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٞ

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Bagaimana cara bersyukur kepada Allāh ?

Pertama, Bersyukur kepada Allāh ﷻ dengan selalu memuji Allāh ﷻ, dengan kalimat ALHAMDULILLĀH, artinya “Segala Puji Bagi Allāh ﷻ”. Coba perhatikan firman Allāh ﷻ dalam Surat Al-Ankabut [29] ayat 63:

وَلَئِن سَأَلۡتَهُم مَّن نَّزَّلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَحۡيَا بِهِ ٱلۡأَرۡضَ مِنۢ بَعۡدِ مَوۡتِهَا لَيَقُولُنَّ ٱللَّهُۚ قُلِ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِۚ بَلۡ أَكۡثَرُهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ

Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami(nya).

Kedua, Bersyukur kepada Allāh ﷻ dengan memulai segala sesuatu dengan tidak lupa membaca BISMILLĀHIRRAHMĀNIRRAHĪM, sebagaimana ini menjadi kalimat dalam tertib pertama dari Al-Qur’an, yaitu di Surat Al-Fātihah [1] ayat 1:

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Jika teman-teman selalu tidak lupa membaca Basmalah ini, maka apa pun yang teman-teman lakukan akan dicatat Allāh ﷻ  sebagai ibadah, dan mendapatkan pahala yang banyak dari Allāh ﷻ. Maka beribadahlah selalu kepada Allah, karena sebagai wujud syukur kepada-Nya, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Baqarah [2] ayat 21:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.

Ketiga, Bersyukur kepada Allāh ﷻ dengan menjalankan tugas dari Allāh ﷻ, sebagai KHALIFAH di muka bumi. Tugas teman-teman sebagai khalifah adalah menjaga bumi dan langit yang indah ini agar tidak dikotori dan dirusak oleh orang-orang jahat. Teman-teman ditugaskan untuk selalu berbuat baik dan merawat bumi ini agar tetap indah dan cantik. Allāh ﷻ berfirman dalam surat Al-Baqarah [2] ayat 30:

وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٞ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.

Teman-teman, untuk menjalankan fungsi khalifah yang sempurna, Allāh ﷻ memberikan potensi yang Masya Allah, luar biasa sekali. Gunakanlah selalu seluruh potensi dan nikmat yang diberikan Allāh ﷻ untuk yang baik, yang sehat, dan yang bermanfaat. Untuk itu, kenalilah potensi-potensi diri tersebut:

1. Potensi Mengenal Allāh (Bertauhid)

Allāh ﷻ memperkenalkan bahwa ilmu pertama adalah mengenal Allāh ﷻ, sehingga ilmu pengetahuan (sains) berbasis Al-Qur’ān yang akan teman-teman pelajari, akan semakin memperdalam pengenalan kepada Allāh ﷻ, sehingga kelak akan mendapat gelar ulama dari Allāh ﷻ, karena teman-teman mengenal Allāh ﷻ dan kemudian tunduk kepada-Nya. Allāh ﷻ berfirman dalam Surat Muhammad [47] ayat 19:

فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ وَلِلۡمُؤۡمِنِينَ وَٱلۡمُؤۡمِنَٰتِۗ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ مُتَقَلَّبَكُمۡ وَمَثۡوَىٰكُمۡ

Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu dan bagi (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat kamu berusaha dan tempat kamu tinggal.

Allāh ﷻ juga berfirman dalam Surat Fāthir [35] ayat 28:

وَمِنَ ٱلنَّاسِ وَٱلدَّوَآبِّ وَٱلۡأَنۡعَٰمِ مُخۡتَلِفٌ أَلۡوَٰنُهُۥ كَذَٰلِكَۗ إِنَّمَا يَخۡشَى ٱللَّهَ مِنۡ عِبَادِهِ ٱلۡعُلَمَٰٓؤُاْۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

Dan demikian (pula) di antara manusia, binatang-binatang melata dan binatang-binatang ternak ada yang bermacam-macam warnanya (dan jenisnya). Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.

2. Potensi Panca Indera

Manusia telah diciptakan sejak keluar dari rahim Bunda dalam kondisi memiliki pendengaran, penglihatan, dan hati. Hal ini bertujuan agar manusia bersyukur dengan cara beribadah kepada-Nya. Allāh ﷻ berfirman dalam Surat An-Nahl [16] ayat 78:

وَٱللَّهُ أَخۡرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ شَيۡ‍ٔٗا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡ‍ِٔدَةَ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur.

Semua pemberian dari Allāh ﷻ akan dikembalikan kepada-Nya kelak untuk dimintai pertanggungjawaban, sebagaimana firman-Nya dalam Surat Al-Isrā [17] ayat 36:

وَلَا تَقۡفُ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۚ إِنَّ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡبَصَرَ وَٱلۡفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنۡهُ مَسۡ‍ُٔولٗا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.

Jika manusia enggan bersyukur, sehingga malas belajar, malas berpikir, tidak menjaga mata dan telinga agar selalu melihat dan mendengar yang baik, maka nanti manusia akan dianggap sama dengan hewan yang memang tidak dibekali kemampuan untuk belajar dan berpikir, seperti Surat Al-A’rāf [7] ayat 179:

وَلَقَدۡ ذَرَأۡنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرٗا مِّنَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِۖ لَهُمۡ قُلُوبٞ لَّا يَفۡقَهُونَ بِهَا وَلَهُمۡ أَعۡيُنٞ لَّا يُبۡصِرُونَ بِهَا وَلَهُمۡ ءَاذَانٞ لَّا يَسۡمَعُونَ بِهَآۚ أُوْلَٰٓئِكَ كَٱلۡأَنۡعَٰمِ بَلۡ هُمۡ أَضَلُّۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡغَٰفِلُونَ

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.

3. Potensi Teman-teman yang Shalih dan Shalihah

Bersyukurlah memiliki teman-teman yang shalih dan shalihah. Sayangi dan cintai mereka, karena mereka memiliki potensi besar yang sama, membersamai teman-teman dalam suka dan duka, dan dalam mengembangkan ilmu pengetahuan (sains) yang akan mengembalikan peradaban Islam kelak. Jika seluruh potensi besar saling berpadu maka akan lahir percepatan kemajuan sains yang luar biasa. Allāh ﷻ berfirman dalam Surat At-Taubah [9] ayat 119:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.

4. Potensi Alam Semesta yang Luar Biasa

Ketika Allāh ﷻ mempercayakan amanah mulia menjaga alam semesta ini dan menggunakannya untuk kebaikan, maka pasti Allāh ﷻ akan memudahkan jalannya. Teman-teman akan dibantu untuk menjadi Khalifah yang dibanggakan Allāh ﷻ. Untuk menjadi manusia terbaik dari seluruh manusia, maka sebagai umat Nabi Muhammad ﷺ, hendaknya menyadari bahwa:

Pertama, teman-teman telah dipercaya Allāh ﷻ untuk menjalankan amanah menjaga bumi ini. Kepercayaan yang sangat mulia dan berharga. Jangan disia-siakan. Yuk perhatikan pesan Allāh ﷻ dalam surat Al-Ahzāb [33] ayat 72:

إِنَّا عَرَضۡنَا ٱلۡأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَٱلۡجِبَالِ فَأَبَيۡنَ أَن يَحۡمِلۡنَهَا وَأَشۡفَقۡنَ مِنۡهَا وَحَمَلَهَا ٱلۡإِنسَٰنُۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومٗا جَهُولٗا

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.

Kedua, teman-teman telah dimuliakan Allāh ﷻ hidup di bumi ini dengan berbagai modal dan fasilitas dasar yang telah disiapkan Allāh ﷻ untuk manusia, agar dipelajari dan kemudian dikembangkan menjadi ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih bermanfaat bagi seisi alam ini. Perhatikan pesan Allāh ﷻ  dalam surat Al-Isrā [17] ayat 70:

۞وَلَقَدۡ كَرَّمۡنَا بَنِيٓ ءَادَمَ وَحَمَلۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ وَرَزَقۡنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ كَثِيرٖ مِّمَّنۡ خَلَقۡنَا تَفۡضِيلٗا

Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.

Ketiga, teman-teman akan dimudahkan Allāh ﷻ dalam memberdayakan segala sesuatu yang tersedia di alam semesta ini untuk melahirkan peradaban Islam yang mulia. Perhatikan pesan Allāh ﷻ dalam surat Surat Luqmān [31] ayat 20:

أَلَمۡ تَرَوۡاْ أَنَّ ٱللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ وَأَسۡبَغَ عَلَيۡكُمۡ نِعَمَهُۥ ظَٰهِرَةٗ وَبَاطِنَةٗۗ وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن يُجَٰدِلُ فِي ٱللَّهِ بِغَيۡرِ عِلۡمٖ وَلَا هُدٗى وَلَا كِتَٰبٖ مُّنِيرٖ

Tidakkah kamu perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untuk (kepentingan)mu apa yang di langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nikmat-Nya lahir dan batin. Dan di antara manusia ada yang membantah tentang (keesaan) Allah tanpa ilmu pengetahuan atau petunjuk dan tanpa Kitab yang memberi penerangan.

Oleh karenanya, teman-teman harus terus menggali lebih dalam kandungan makna Al-Qur’ān dengan mentadabburinya, agar semakin meningkat kecerdasan dan kepahaman untuk menjadi saintis yang diridhai Allāh ﷻ. Demikian materi pertama ini ya teman-teman. Selanjutnya kita akan mempelajari sains Islam dengan lebih dalam lagi, semoga teman-teman menjadi ulama yang saintis kelak. Āmīn Yā Rabbal ‘Ālamīn.

🌐 sekolahadab.com
🔖 https://t.me/sekolahadab
🐦 https://twitter.com/sekolahadabbeji
📽 https://youtube.com/sekolahadab
🎯 https://www.instagram.com/sekolahadabinsanmulia/
🔗 https://chat.whatsapp.com/IFvHr8kiLHuBtmuIZDc8Tj

#adabinsanmulia #adab #sekolahadab #parenting @ Tanah Baru-Depok City.

https://sekolahadab.com/2019/07/22/i-1-mengenal-potensi-diri/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s